JAKARTA - Lulus kuliah, para fresh graduates bersemangat mencari kerja sesuai referensi dan kompetensi masing-masing, termasuk kita. Setelah memasukkan banyak lamaran kerja, salah satu perusahaan tertarik dengan resume kita, menghubungi kita untuk wawancara telepon, dan menawarkan kita posisi yang lowong.
Wah, pasti asyik banget ya! Tapi jangan salah, banyak calon pekerja lupa melakukan hal-hal berikut di antara masa wawancara dan resmi bekerja di suatu perusahaan. Nah, biar enggak salah langkah, yuk kita bersiap dengan panduan dari Surviving College, Sabtu (10/11/2012)
JANGAN: berhenti berkomunikasi dengan perekrut kita.
Ingatlah, perekrut kita masih punya banyak materi yang harus dibicarakan dengan kita, meski kita sudah diterima bekerja sekalipun. Dia berkoordinasi dengan pihak perusahaan atas nama kita, termasuk jika kita mengikuti rekrutmen internal. Para perekrut inilah yang bertanggung jawab menyelesaikan semua urusan administrasi dalam kontrak kerja kita.
LAKUKAN: menyiapkan semua berkas administrasi secepatnya.
Kita enggak akan mendapatkan gaji sebelum berkas administrasi kita rampung. Jadi, pastikan kita sudah menandatangani kontrak kerja dan menyelesaikan semua urusan administratif dengan perusahaan sebelum mulai bekerja.
JANGAN: menulis nama orang di kolom referensi tapi mereka tidak mengetahuinya.
Banyak kasus ketika orang-orang yang ditulis di kolom referensi berkata, "Benarkah? Si Fulan menulis nama saya sebagai referensi? Hmm, ini menarik." Wah, ini bukan situasi yang baik.
Pastikan orang yang kita tulis di kolom referensi mengetahui hal tersebut. Jadi ketika perusahaan diam-diam mengecek referensi kita, dia bisa mempromosikan betapa hebatnya kompetensi kita.
LAKUKAN: berterima kasih.
Lolos atau tidak lolos, jangan lupa kirimkan ucapan terima kasih pada perekrut yang menyeleksi kita. Cara paling aman adalah melalui email.(rfa)
Wah, pasti asyik banget ya! Tapi jangan salah, banyak calon pekerja lupa melakukan hal-hal berikut di antara masa wawancara dan resmi bekerja di suatu perusahaan. Nah, biar enggak salah langkah, yuk kita bersiap dengan panduan dari Surviving College, Sabtu (10/11/2012)
JANGAN: berhenti berkomunikasi dengan perekrut kita.
Ingatlah, perekrut kita masih punya banyak materi yang harus dibicarakan dengan kita, meski kita sudah diterima bekerja sekalipun. Dia berkoordinasi dengan pihak perusahaan atas nama kita, termasuk jika kita mengikuti rekrutmen internal. Para perekrut inilah yang bertanggung jawab menyelesaikan semua urusan administrasi dalam kontrak kerja kita.
LAKUKAN: menyiapkan semua berkas administrasi secepatnya.
Kita enggak akan mendapatkan gaji sebelum berkas administrasi kita rampung. Jadi, pastikan kita sudah menandatangani kontrak kerja dan menyelesaikan semua urusan administratif dengan perusahaan sebelum mulai bekerja.
JANGAN: menulis nama orang di kolom referensi tapi mereka tidak mengetahuinya.
Banyak kasus ketika orang-orang yang ditulis di kolom referensi berkata, "Benarkah? Si Fulan menulis nama saya sebagai referensi? Hmm, ini menarik." Wah, ini bukan situasi yang baik.
Pastikan orang yang kita tulis di kolom referensi mengetahui hal tersebut. Jadi ketika perusahaan diam-diam mengecek referensi kita, dia bisa mempromosikan betapa hebatnya kompetensi kita.
LAKUKAN: berterima kasih.
Lolos atau tidak lolos, jangan lupa kirimkan ucapan terima kasih pada perekrut yang menyeleksi kita. Cara paling aman adalah melalui email.(rfa)
Labels:
Fress Graduate,
Job,
Loker,
Lowongan,
Pekerjaan,
Tips And Trik
Thanks for reading Ditawari Kerja, Harus Bagaimana?. Please share...!

0 Komentar untuk "Ditawari Kerja, Harus Bagaimana?"